FAQs

Frequently Asked Questions

  • PT. Legowo Broker Insurance menyediakan keahlian dan manajemen risiko bagi para klien kami, Kami Memberikan manfaat optimal kepada Tertanggung dukungan dari perusahaan Asuransi yang terbaik di bidangnya dengan produk yang bersaing.

    1. Kami menyediakan Pilihan Program Asuransi dengan tingkat Premi yang kompetitif melalui
      rekomendasi asuransi penanggung yang memiliki penialaian terukur dari sistem scoring.
    2. Pilihan Program Asuransi kami sangat mengutamakan prinsip “excellent service” berbasis
      digital dengan sistem IT yang terintegrasi.

    3. Kami bermitra dengan Asuransi terpercaya serta telah berpengalaman dalam
      menangani Program Asuransi.

    4. Manfat polis menjadi prioritas dalam memberikan penanganan dan pelayanan penyelesaian
      klaim.

  • Broker legowo akan melakukan scoring terhadap asuransi yang menjadi mitra legowo dengan bobot penilaian yang mengacu pada indicator standard legowo seperti investasi, asset, cadangan investasi, kewajiban, modal sendiri, modal saham ditempatkan, premi bruto, premi netto, komisi netto, beban klaim bruto, hasil underwriting, hasil investasi, pendapatan lain, total pendapatan, beban usaha, laba usaha, laba sebelum pajak, taksiran pajak penghasilan, laba setelah pajak, ratio solvabilitas, wbc, debt to asset, dll.

    1. Perseroan terbatas
      • Akta Pendirian dan Perubahannya
      • Anggaran dasar perusahaan
      • SK persetujuan Pendirian PT dari Menteri kehakiman
      • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
      • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak
      • TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
      • Pemegang Kuasa:
      WNI : KTP, SIM, Paspor dan Surat Kuasa
      WNA: Paspor, KIMS, KITAS dan Surat Kuasa
    2. Perorangan/Pribadi
      • WNI : KTP, SIM atau Paspor
      • WNA : Paspor, KIMS, KITAS, KITAP
      • NPWP, jika ada

  • Broker Legowo memberikan bantuan dan menjembatani antara pihak tertanggung atau klien asuransi dengan penanggung atau perusahaan asuransi. Sebagai broker asuransi tentunya harus mampu meyakinkan banyak pihak yang terlibat di dalamnya, dengan kata lain dapat menyelesaikan masalah-masalah yang mungkin muncul selama mata rantai asuransi berjalan mulai dari proses mendapatkan nasabah hingga menangani dan terlibat dengan beragam hal bila saja terjadi klaim.

  • Dengan menggunakan Pialang Asuransi bukan berarti Biaya Premi menjadi lebih mahal karena di dalam Komponen Premi terdapat Biaya Akuisisi yang wajib dikeluarkan oleh Perusahaan Asuransi dan yang termasuk biaya akuisisi antara lain Fee Broker, biaya operasional dan lain-lain. Sehingga tertanggung tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menggunakan Pialang.

    1. Melakukan identifikasi terhadap segala bentuk usaha-usaha penghilangan,
      pengurangan serta menghindarkan kemungkinan terjadinya risiko tersebut.
    2. Sesuai dengan kebutuhan tertanggung, Broker Asuransi harus mempersiapkan serta
      membuat desain kontrak Asuransi yang paling cocok dan kompetitif.
    3. Membantu memilihkan penanggung bagi tertanggung (klien asuransi), yang aman.
    4. Menjembatani pemilihan dan negosiasi tingkat premi antara Perusahaan Asuransi
      (penanggung) dengan Klien Asuransi (Penanggung)
    5. Selama polish berjalan, Broker Asuransi bertanggung jawab untuk menjalankan risk
      inspection serta administrasi program, termasuk melakukan claim management
      service.
    6. Dalam satu waktu tertentu, pihak Broker Asuransi bisa juga menjalankan negosiasi
      klain atas nama tertanggung.
    7. Melakukan adminstrasi serta penelitian asuransi.

    1. Pihak Tertanggung mendatangi pihak Broker Asuransi untuk mendapatkan placing
      slip. Dengan adanya placing slip ini maka pengisian application form tak diperlukan
      karena Broker Asuransi sudah mengantongi hasil survey sebagai pedoman kerjanya.
    2. Broker Asuransi akan langsung bekerja setelah placing slip diserahkan oleh
      tertanggung dengan ini maka waktu untuk mengurusi urusan klaim dan hal lain terkait
      masalah antara pihak tertanggung dan penanggung bisa lebih singkat.

    1. Broker Asuransi bertanggung jawab untuk memperkenalkan calon klien dengan
      strategi manajemen risiko, dengan demikian maka rencana asuransi yang akan dipilih
      dapat sesuai dengan kondisi klien, termasuk juga kondisi bisnis dan keuangan
      kliennya.
    2. Sebagai broker asuransi hal-hal yang menyangkut strategi pemasaran efektif,
      termasuk up sell untuk klien lama, pembaruan sistem pembukuan, database serta
      catatan, bahkan pengawasan klaim dan dealling asuransi yang adil antara tertanggung
      dan penangung sudah ada dalam slot tanggung jawabnya.
    3. Broker Asuransi bertanggung jawab untuk menyerahkan ulasan kemajuan reguler
      pada setiap pihak yang berkepentingan.

  • Broker Asuransi (Ketentuan di dalam UU 40 Tahun 2014)

    Agen Asuransi
    (Ketentuan di dalam UU 40 Tahun 2014 dan UU 63 Tahun 1999)

    Perusahaan Pialang Asuransi adalah perusahaan yang memberikan jasa
    keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi
    asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung
    Agen Asuransi adalah seseorang atau badan hukum yang kegiatannya memberikan
    jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung
    Perusahaan Pialang Asuransi dilarang menempatkan penutupan asuransi kepada
    perusahaan asuransi yang tidak mempunyai izin usaha dari menteri.
     
    Perusahaan Pialang Asuransi hanya dapat menyelenggarakan usaha dengan
    bertindak mewakili Tertanggung dalam rangka transaksi yang berkaitan dengan
    kontrak asuransi.
    Agen Asuransi wajib memiliki Perjanjian Keagenan dengan Perusahaan Asuransi
    yang diageni
    Dari ketentuan tersebut jelas bahwa Pialang atau broker asuransi bertindak
    mewakili tertanggung (bukan mewakili perusahaan asuransi, seperti pada agen
    asuransi).
    Di Indonesia, menurut pasal 5 UU No. 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian,
    perusahaan agen asuransi hanya boleh memberikan jasa pemasaran bagi satu
    perusahaan asuransi.
    Untuk dan atas nama tertanggung, pialang asuransi mencari perusahaan asuransi
    yang dapat memberikan pertanggungan paling sesuai dengan kebutuhan
    tertanggung.
    Agen independen adalah perusahaan mandiri yang berizin dan membantu
    memasarkan produk-produk asuransi atas dasar komisi.
    Biasanya, jenis asuransi ini terkait dengan kegiatan komersial, pertanggungannya
    bersifat khusus, dan nilai asuransinya besar. Asuransi umum komersial dan
    asuransi kesehatan kumpulan masuk dalam kategori ini.
    Ada dua jenis agen asuransi: agen independen dan agen yang dipekerjakan oleh
    perusahaan asuransi.
    Broker dapat berupa perusahaan yang dibayar atas dasar komisi. Agen yang dipekerjakan oleh perusahaan asuransi adalah individu yang bekerja
    berdasarkan gaji dan/atau komisi.
    Seperti halnya perusahaan agen asuransi, pialang asuransi harus mendapatkan izin
    dari Menteri Keuangan.
    Agen asuransi harus terdaftar dan berlisensi agar dapat menjual produk asuransi.
    Pialang asuransi dilarang menempatkan penutupan asuransi pada perusahaan
    asuransi yang masih merupakan afiliasinya, kecuali apabila calon tertanggung telah
    diberitahu secara tertulis terlebih dahulu dan menyetujuinya.
     
    Perusahaan tidak boleh bertindak sebagai agen dan pialang pada saat yang sama. Setiap Agen Asuransi hanya dapat menjadi satu agen dari 1 (satu) Perusahaan Asuransi